Apa perbedaan DVB-T2 dan DVB-T pada TV digital? Pelajari standar siaran yang digunakan di Indonesia agar tidak salah memilih STB atau TV digital.
Saat memutuskan untuk beralih ke siaran TV digital, banyak orang hanya fokus pada membeli Set Top Box (STB) atau TV baru tanpa memahami salah satu aspek teknis terpenting: standar siaran digital yang digunakan. Padahal, pemahaman tentang standar ini sangat krusial karena menentukan apakah perangkat yang Anda beli akan berfungsi dengan baik atau sia-sia.
Di Indonesia, standar penyiaran televisi digital pernah mengalami perubahan. Awalnya ditetapkan DVB-T, kemudian diubah menjadi DVB-T2 yang lebih canggih . Kesalahan membeli STB atau TV yang hanya mendukung standar lama bisa berakibat fatal: perangkat tidak akan menangkap siaran digital sama sekali, meskipun antena dan instalasi Anda sudah sempurna.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang perbedaan DVB-T2 dan DVB-T, standar mana yang digunakan di Indonesia, serta bagaimana cara memastikan perangkat yang Anda beli sesuai dengan standar yang berlaku. Dengan pemahaman ini, Anda tidak akan salah pilih dan bisa menikmati siaran TV digital dengan optimal.
Apa Itu DVB-T dan DVB-T2?
DVB-T dan DVB-T2 adalah singkatan dari Digital Video Broadcasting – Terrestrial dan Digital Video Broadcasting – Terrestrial Second Generation. Keduanya merupakan standar penyiaran televisi digital terestrial (melalui udara, bukan kabel atau satelit) yang dikembangkan oleh konsorsium DVB di Eropa .
DVB-T (Generasi Pertama)
DVB-T adalah standar generasi pertama untuk siaran TV digital terestrial yang dipublikasikan pada tahun 2007 . Standar ini menggunakan modulasi COFDM (Coded Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan mampu mengirimkan siaran digital dengan kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan analog.
Namun, DVB-T memiliki keterbatasan dalam hal efisiensi spektrum dan kapasitas data . Dengan DVB-T, satu kanal frekuensi 8 MHz hanya mampu menampung beberapa program siaran dengan kualitas standar definisi.
DVB-T2 (Generasi Kedua)
DVB-T2 adalah generasi penerus DVB-T yang dipublikasikan pada bulan September 2009 . Standar ini menawarkan berbagai peningkatan signifikan yang membuatnya jauh lebih unggul dibandingkan pendahulunya .
Beberapa peningkatan utama DVB-T2 meliputi:
-
Efisiensi spektrum 30% lebih tinggi dibandingkan sistem DTT (Digital Terrestrial Television) lainnya di dunia
-
Kapasitas data maksimum mencapai 47,8 Mbit/s pada rasio C/N 20 dB, jauh lebih tinggi dari DVB-T yang hanya 29 Mbit/s
-
Dukungan modulasi 256-QAM yang lebih efisien dibandingkan DVB-T yang hanya mendukung hingga 64-QAM
-
FFT size hingga 32k (bandingkan DVB-T yang hanya 8k), memungkinkan jangkauan siaran lebih luas
-
Pilot scattered hanya 1-8% dari total, lebih efisien dari DVB-T yang 8%
Dengan DVB-T2, satu kanal frekuensi 8 MHz mampu menampung hingga 12 program siaran dengan kualitas standar definisi, sementara pada sistem analog hanya satu program .
Standar yang Digunakan di Indonesia: DVB-T2
Ini adalah poin paling penting yang harus Anda ingat: Indonesia menggunakan standar DVB-T2 untuk siaran TV digital .
Perubahan Standar dari DVB-T ke DVB-T2
Sejarah penetapan standar di Indonesia cukup menarik. Pada tahun 2007, pemerintah menetapkan DVB-T sebagai standar penyiaran televisi digital terestrial melalui Peraturan Menteri Kominfo No. 07/P/M.KOMINFO/3/2007 .
Namun, pada tahun 2012, terjadi perubahan penting. Melalui Peraturan Menteri Kominfo No. 36/2012 tentang Persyaratan Teknis Alat dan Perangkat Pemancar Televisi Siaran Digital, standar diubah dari DVB-T menjadi DVB-T2 .
Perubahan ini dilakukan dengan harapan mempercepat penyelesaian proses transisi siaran televisi analog ke digital . DVB-T2 dianggap merupakan sistem yang lebih canggih daripada DVB-T , dan hingga kini (dengan peraturan terbaru seperti Permenkominfo No. 4/2019 dan No. 6/2019) standar DVB-T2 tetap berlaku sebagai sistem siaran digital nasional .
Mengapa Indonesia Memilih DVB-T2?
Ada beberapa alasan kuat mengapa Indonesia memilih DVB-T2:
1. Efisiensi Spektrum yang Lebih Baik
Indonesia memiliki keterbatasan spektrum frekuensi radio. Dengan DVB-T2, satu kanal frekuensi 8 MHz dapat menampung hingga 12 program siaran . Ini adalah efisiensi luar biasa dibandingkan sistem analog yang hanya satu program per kanal.
2. Kualitas Siaran yang Lebih Stabil
Siaran TV digital DVB-T2 menawarkan kualitas gambar dan suara yang jauh lebih baik dibandingkan siaran analog . Karena sinyalnya digital, selama masih di atas ambang batas penerimaan, gambar dan suara tetap jernih sempurna . Tidak ada lagi gambar bersemut atau buram seperti pada TV analog .
3. Dukungan untuk Siaran Berkualitas Tinggi
DVB-T2 memungkinkan siaran dengan kualitas HD (High Definition) 1080p, yang tidak bisa dicapai dengan DVB-T secara optimal . Ini memberikan pengalaman menonton yang lebih memuaskan bagi pemirsa.
4. Ketahanan Terhadap Gangguan
Sistem DVB-T2 memiliki mekanisme koreksi kesalahan yang lebih baik dibandingkan DVB-T , membuatnya lebih tahan terhadap interferensi dan gangguan sinyal.
5. Fleksibilitas untuk Layanan Tambahan
DVB-T2 juga mendukung berbagai fitur tambahan seperti Early Warning System (EWS) untuk peringatan bencana, siaran interaktif, dan layanan data lainnya .
Risiko Membeli Perangkat dengan Standar DVB-T
Karena Indonesia menggunakan DVB-T2, membeli perangkat yang hanya mendukung DVB-T adalah kesalahan fatal. Berikut risiko yang akan Anda hadapi:
Tidak Bisa Menangkap Siaran Sama Sekali
STB atau TV digital dengan standar DVB-T tidak akan bisa mendekode sinyal DVB-T2. Meskipun sinyal dari antena Anda sangat kuat, perangkat tersebut tidak akan menampilkan apa pun selain pesan “Tidak Ada Sinyal” atau “No Service”. Ini bukan masalah antena atau kabel, melainkan ketidakcocokan standar .
Siaran Rusak atau Patah-patah
Pada beberapa kasus, perangkat DVB-T mungkin bisa menangkap sinyal DVB-T2 dengan kualitas sangat buruk. Gambar akan pecah-pecah, freeze, atau bahkan hilang timbul. Ini lebih menjengkelkan daripada tidak ada sinyal sama sekali.
Pemborosan Biaya
Membeli STB atau TV dengan standar DVB-T berarti membuang uang untuk perangkat yang tidak akan berfungsi di Indonesia. Beberapa produk murah atau bekas dari luar negeri mungkin masih menggunakan standar DVB-T, jadi Anda harus waspada.
Cara Mengecek Apakah Perangkat TV atau STB Anda Mendukung DVB-T2
Untuk memastikan perangkat yang Anda miliki atau akan beli kompatibel dengan siaran TV digital di Indonesia, perhatikan hal-hal berikut:
1. Periksa Kemasan dan Spesifikasi
Pada kemasan STB atau TV digital, biasanya tertera standar yang didukung. Carilah tulisan “DVB-T2” dengan jelas. Jika hanya tertulis “DVB-T” tanpa embel-embel “T2”, sebaiknya jangan dibeli untuk digunakan di Indonesia .
Beberapa perangkat mungkin menuliskan “DVB-T/T2”, artinya mendukung kedua standar, yang tentu saja aman.
2. Cari Label “Siap Digital” atau Sertifikasi Kominfo
Pemerintah Indonesia telah menerbitkan program sertifikasi untuk perangkat TV digital yang memenuhi standar DVB-T2 . STB yang sudah memenuhi standar biasanya disertai stiker “Siap Digital” atau memiliki sertifikasi dari Kominfo . Rekomendasi STB resmi juga bisa dicek di situs Siaran Digital Indonesia Kominfo .
3. Cek Menu TV Digital pada Perangkat
Jika Anda membeli TV baru, masuk ke menu pengaturan dan cari opsi “Digital TV” atau “DTV”. TV yang mendukung DVB-T2 biasanya akan menunjukkan opsi ini. Anda juga bisa mencoba melakukan auto scan; jika TV berhasil mendeteksi channel-channel digital DVB-T2, berarti perangkat tersebut kompatibel .
4. Perhatikan Harga yang Terlalu Murah
STB dengan harga di bawah Rp100.000 patut dicurigai. Beberapa produk murah mungkin hanya mendukung DVB-T atau menggunakan komponen berkualitas rendah yang tidak optimal menangkap sinyal DVB-T2 di Indonesia . Selalu pilih produk dari merek terpercaya dan sudah beredar luas di pasaran Indonesia.
Perbandingan Teknis DVB-T2 vs DVB-T
Bagi pembaca yang tertarik dengan detail teknis, berikut perbandingan spesifikasi antara DVB-T2 dan DVB-T :
| Parameter | DVB-T | DVB-T2 |
|---|---|---|
| Koreksi Kesalahan (FEC) | Convolutional Coding + Reed Solomon | LDPC + BCH |
| Modulasi | QPSK, 16-QAM, 64-QAM | QPSK, 16-QAM, 64-QAM, 256-QAM |
| Guard Interval | 1/4, 1/8, 1/16, 1/32 | 1/4, 19/128, 1/8, 19/256, 1/16, 1/32, 1/128 |
| FFT Size | 2k, 8k | 1k, 2k, 4k, 8k, 16k, 32k |
| Scattered Pilots | 8% dari total | 1%, 2%, 4%, 8% dari total |
| Continual Pilots | 2.6% dari total | 0.35% dari total |
| Data Rate (UK) | 24 Mbit/s | 40 Mbit/s |
| Data Rate Maksimum | 29 Mbit/s | 47.8 Mbit/s |
| Rasio C/N yang Dibutuhkan | 16.7 dB | 8.9 dB |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa DVB-T2 memiliki efisiensi yang jauh lebih tinggi. Pada data rate yang sama (sekitar 22 Mbit/s), DVB-T2 membutuhkan rasio C/N yang jauh lebih rendah (8.9 dB vs 16.7 dB). Ini berarti sinyal DVB-T2 lebih kuat dan lebih tahan terhadap gangguan dibandingkan DVB-T .
Rekomendasi STB DVB-T2 untuk TV Analog
Jika Anda masih menggunakan TV analog dan membutuhkan STB untuk menangkap siaran digital, berikut beberapa rekomendasi produk yang sudah populer dan umumnya mendukung DVB-T2:
-
Matrix Apple DVB-T2 – STB populer dengan sinyal stabil, dilengkapi port HDMI dan RCA, serta mendukung streaming melalui WiFi dongle . Harga sekitar Rp155.000-Rp215.000.
-
Advance STB DVB-T2 – Resolusi Full HD 1920×1080 piksel, mendukung antena UHF atau digital outdoor, harga sekitar Rp190.000 .
-
Evercoss STB DVB-T2 – Merek lokal dengan fitur perekaman (PVR), dukungan port HDMI, USB, dan WiFi dongle, serta telah lolos sertifikasi Kominfo .
-
Polytron DVB-T2 PDV 600T2 – Mendukung EWS (Early Warning System), fitur PVR, dan menu yang mudah dipahami, harga sekitar Rp250.000-Rp350.000 .
-
Tanaka T2 Digital – Populer dengan harga terjangkau, mendukung subtitle dan format video USB, dilengkapi HDMI dan RCA untuk kompatibilitas dengan TV tabung dan LED .
Sebelum membeli, pastikan untuk mengecek sertifikasi Kominfo dan kompatibilitas dengan TV Anda. TV tabung membutuhkan koneksi RCA, sedangkan TV LED modern bisa menggunakan HDMI .
Masa Depan Standar TV Digital di Indonesia
Meskipun DVB-T2 adalah standar utama saat ini, perkembangan teknologi terus berjalan. Indonesia saat ini sedang menguji coba teknologi 5G Broadcast sebagai pelengkap sistem DVB-T2 .
5G Broadcast memungkinkan siaran langsung ke perangkat seluler tanpa membebani jaringan internet atau kuota data pengguna . Teknologi ini diharapkan menjadi pilar krusial untuk layanan peringatan dini bencana (EWS), pendidikan, dan distribusi konten yang inklusif .
Penting untuk dicatat bahwa 5G Broadcast hadir sebagai pelengkap, bukan pengganti DVB-T2. DVB-T2 akan tetap beroperasi sebagai tulang punggung penyiaran nasional karena efisiensinya dalam jangkauan luas . Dengan kata lain, investasi Anda pada perangkat DVB-T2 tetap aman untuk jangka panjang.
Kesimpulan
Memahami standar TV digital adalah langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan sebelum membeli perangkat untuk menikmati siaran TV digital. Di Indonesia, standar yang digunakan adalah DVB-T2, bukan DVB-T generasi pertama.
DVB-T2 menawarkan efisiensi spektrum yang jauh lebih baik, kualitas siaran yang lebih stabil, dukungan untuk siaran HD, dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap gangguan. Membeli STB atau TV yang hanya mendukung DVB-T adalah kesalahan fatal karena perangkat tidak akan bisa menangkap siaran digital di Indonesia.
Sebelum membeli, pastikan perangkat mencantumkan dukungan DVB-T2 dengan jelas, memiliki sertifikasi dari Kominfo atau label “Siap Digital”, dan berasal dari merek terpercaya. Dengan pemahaman yang tepat, Anda dapat menikmati era baru siaran TV digital dengan gambar jernih dan suara berkualitas tinggi.